Paramadina Graduate Schools

News



Workshop Investasi Syariah di Pasar Modal

E-mail Cetak PDF

 

 

 

program PGSB - Islamic Business and Finance Bekerja sama dengan IDX Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indnoesia)

 

Akan mengadakan " workshop : Investasi Syariah di Pasar Modal ", dengan mengundang pembicara ahli dari Sekolah Pasar Mdoal Syariah, DSN, KSEI

 

yang diadakan pada hari :  Selasa dan rabu, 16-17 Juli 2013

jam                           :  13.00-18.00 WIB

ruang                         : Sevilla / Toledo

 

 

PENDAFTARAN:

email nama, nama perusahaan & nomor telephone / handphone ke :

- Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

- Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

- Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

 

atau sms ke :

0856 9444 6628

0813 8584 6254

0877 9711 5228

 

Cukup dengan investasi Rp 200.000 untuk mengikuti workshop ini (sudah termasuk workshop kits, tajil buka puasa dan makan malam)

transfer ke BCA no. 504.0300777 , a/n : Universitas Paramadina

 

 

Our Director Recent Activities in Diplomacy "South China Sea"

E-mail Cetak PDF

 

This is the latest article published in media from miss Dinna Wisnu about South China East

 

" US China Rivalry Could Undermine ASEAN Role in Dispute "

head of the article :

The rising China-US rivalry could further complicate the peaceful management of regional conflicts, including the six-nation territorial dispute in the South China Sea, scholars have warned.

 

" Taipei-Manila row: Where is it heading? "

head of the article :

The escalating dispute between Taiwan and the Philippines in the South China Sea may have set a dangerous precedent for future spats, say observers. If the row drags on, it could hurt Asean's reputation for resolving disputes, say others.

 

sorry, the articles is to long for this page, but we give the link for each

link for full article :

http://www.thejakartapost.com/news/2013/06/22/us-china-rivalry-could-undermine-asean-role-dispute.html

http://www.asianewsnet.net/Taipei-Manila-row-Where-is-it-heading-46918.html

 

 

For more information or discussion on South China Sea and Indonesia's role in the conflict, you may reach Dr. Dinna Wisnu ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

 

 

 

 

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 25 Juni 2013 00:23 )
 

National Consultation on Strengthening Social Protection in Indonesia (Paramadina Graduate School - UNESCAP)

E-mail Cetak PDF

The United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) launched a series of national consultations under a regional programme on strengthening social protection in Asia-Pacific in Jakarta today.

The first National Consultation was held on 4 June 2013 in Indonesia in cooperation with the Paramadina Graduate School (PGS). The Consultation reviewed preliminary research findings on how best to utilize various programme interventions as building blocks for universal coverage in Indonesia.

”We need to move away from using temporary social assistance as a means to reach universal social protection and instead build a sustainable system covering the entire population as prescribed in the national law,” said Dr. Surya Chandra Surapaty, Member of Parliament, fraction of the Struggle Indonesian Democratic Party (PDI-P).

“As highlighted in the national study, universal social protection coverage in Indonesia is urgently needed. We hope that this consultation will provide an opportunity to rethink government policies in collaboration with UNESCAP,” said Anies Baswedan, President of Paramadina University.

The Asia-Pacific region is home to the world’s fastest growing economies. Despite this remarkable development, only 30%of persons above the retirement age receive an old-age pension, only 10% of the jobless receive unemployment benefits, and about 30% of persons with disabilities have enough income for self-support. Furthermore, only 20% per cent have access to health-care services.

To a large extent, this is a result of insufficient spending on effective social protection programmes, leaving more than 800 million people in extreme poverty and more than half a billion people undernourished.

Well-designed social protection schemes are fundamental for promoting opportunities and choices for individuals and societies. As such, they improve well-being and generate economic growth.

“Social protection should therefore be seen as a universal right for all rather than a privilege for a few,” said Patrik Andersson, Chief of the Social Integration Section, Social Development Division at ESCAP. “As a driver for economic and social inclusion, social protection should not be seen as a cost, but rather as an investment.”

The national consultations bring together experts from the Government, academia, civil society and relevant international organizations to identify strategies to expand social protection coverage. The remaining ones will be held in the Philippines, China, Viet Nam, Thailand and India throughout the remainder of 2013.

The outcomes from this and additional consultations will be integrated into a practical, policy-oriented interregional online toolbox to provide support to national level initiatives, promote the exchange of experiences, formulate capacity-building activities and document innovative schemes with the objective of achieving fairer and more effective universal social protection schemes.

 

 

sumber berita

http://www.unescap.org/news/un-launches-social-protection-national-consultations-series

 

Material & Rundownl (download) :

Material Dinna Wisnu

Rundown

 

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 07 Juni 2013 16:59 )
 

15 tahun Reformasi

E-mail Cetak PDF

 

Foto adalah salah satu dari rangkaian acara 15 tahun reformasi yang di prakarsai oleh beberapa institusi dan diantaranya adalah Universitas Paramadina. Salah satu agenda talkshow yang diadakan kemarin hari kamis 23 Mei 2013 di kampus Pascasarjana Universitas Paramadina, dimana salah satu pembicaranya adalah Faisal Basri yang menunjukkan statistik beberapa peringkat Indonesia dilihat dari beberapa sisi yang di pengaruhi oleh perubahan kebijakan dari tahun ke tahun di kaitkan Prospek dan Tantangan Indonesia ke depan. Begitu juga dari pembicara lainya yang masing-masing membawa materi presentasi untuk di tampilkan dalam talkshow tersebut, Darmawan Prasodjo (Ekonomi Energi dan Lingkungan), Dhandy Laksono (Peran Media dan Kesejahteraan) dan Mellyana Frederika (Demokrasi dan Desentralisasi).

 

 

Agenda Acara 15 tahun reformasi masih berjalan hingga 7 Juni 2013, jadwal berikutnya dapat di download dengan mengklik booklet dibawah ini

Booklet & Schedule Download (PDF)

 

Materi Pembicara :

Fasial Basri (Prospek dan Tantangan)

Darmawan Prasodjo (Ekonomi Energi dan Lingkungan)

Dhandy Laksono (Peran Media dan Kesejahteraan)

Mellyana Frederika (Demokrasi dan Desentralisasi)

 

 

 

 

 

 

 

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 24 Mei 2013 17:23 )
 

Diskusi Paramadina Graduate School of Diplomacy bersama komisi Murdoch (Australia)

E-mail Cetak PDF

 

VIVAnews - Pemerintah negara bagian Australia Barat menilai bahwa Indonesia bersama sejumlah negara lain di Asia merupakan kekuatan-kekuatan ekonomi masa depan yang harus terus didekati. Untuk itu dirasa perlu adanya suatu tim khusus untuk membuat laporan yang menjadi dasar strategi pendekatan negara bagian Australia Barat dengan negara-negara Asia.

Universitas Murdoch berinisiatif membentuk tim khusus untuk mempelajari peluang hubungan ekonomi antara Australia Barat dan Kawasan Asia. Tim ini diberi nama Komisi Murdoch.

"Komisi ini akan membantu mengembangkan pemahaman yang lebih baik antarnegara di kawasan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang bersama dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan," kata Kerry Sanderson, Ketua Bersama Komisi Murdoch, dalam suatu diskusi terbatas di Jakarta Senin malam. Menurut dia, misi ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang pemerintah pusat Australia, yang tercantum dalam Buku Putih pada Oktober 2012, dalam upaya lebih mendekatkan diri dengan Asia. 

Dia berkunjung ke Jakarta selama 15-16 April untuk meminta masukan dari berbagai kalangan setempat, baik pejabat, pebisnis, tokoh masyarakat, cendekiawan, hingga media massa.

Selain itu, Komisi Murdoch bekerjasama dengan Universitas Paramadina menggelar sesi diskusi kalangan pemimpin muda. Mereka memberi masukan kepada ketua komisi mengenai isu-isu yang tengah dihadapi Indonesia dan para mitranya di Asia.

Selain ke Indonesia, Ketua Bersama Komisi Murdoch itu juga berkunjung ke China, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

"Komisi ini akan menyerahkan laporan kepada pemerintah negara bagian Australia Barat pada November 2013. Laporan ini juga berisi sejumlah rekomendasi yang bisa dipertimbangkan pemerintah untuk diterapkan," kata Sanderson.

Dalam laman resminya, Komisi Murdoch menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat Australia Barat berkepentingan untuk mendekatkan diri dengan negara-negara Asia. "Ekonomi Australia Barat sudah terjalin erat dengan dinamika kawasan Asia dalam satu dekade terakhir. Walau hanya 11% dari total populasi se-Australia, Australia Barat kini menyumbang 46% dari ekonomi nasional," kata Sanderson.

Sebagai wilayah yang kaya dengan sumber daya alam, Australia Barat juga menyediakan setengah dari total impor bijih besi di China. Australia Barat juga pemasok dominan gas alam cair (LNG) ke Jepang. Pada 2020, Australia juga memproduksi lebih banyak LNG daripada negara lain, kecuali Qatar.  

"Hasil alam Australia Barat itu akhirnya menjadi kunci utama dalam menghubungkan ekonomi Australia dengan ekonomi yang dinamis di kawasan Asia. Selain perwakilan diplomatik Pemerintah Australia di luar negeri, Australia Barat dalam beberapa tahun terakhir juga membuka kantor perwakilan dagang dan investasi di China, Jepang, Indonesia, Korea Selatan, dan Singapura.

Komisi Murdoch beranggotakan beberapa pakar dari Australia dan negara-negara mitra di Asia. Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Profesor Dorodjatun Kuntjoro-Jakti ditunjuk sebagai salah satu anggota komisi dari Indonesia.

"Australia Barat dan Indonesia punya kedekatan yang khusus, baik dari kedekatan geografi dan kesamaan zona waktu. Indonesia pun bisa belajar dari Australia Barat. Mereka punya keunggulan dalam teknologi dan penelitian di bidang pertambangan, keamanan pangan, biomedis, dan lain-lain," kata Dorodjatun. (eh)

 

Sumber Foto dan berita Vivanews (Selasa, 16 April 2013, 12:22)

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/405545-ingin-lebih-erat-ke-ri-dan-asia--australia-barat-bentuk-komisi-khususMuroch

 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Ruang Sevila Toledo

Ruang Kelas

Ruang Diskusi

Auditorium

library 3

library 2

library

JEvents Calendar

September 2017
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Permintaan Brosur

Permintaan Brosur S2

Nama Lengkap *
Email *
No. HP *
Alamat Rumah *




Cici              Lina
Join & Follow:



Indonesian (ID)